Monday, 27 February 2012

Ekonomi Kependudukan

Sejarah Perkembangan Kependudukan dan Transisi Demografi
I. Sejarah Perkembangan Kependudukan
Sekitar dua juta tahun yang lalu, jumlah total penduduk dunia masih terbatas. Sehingga manusia mulai membudidayakan bahan pangan melalui pertanian menetap sekitar 12.000 tahun yang lalu, jumlah penduduk dunia diperkirakan tidak lebih dari 5 juta jiwa.
Pada permulaan jaman Masehi, yaitu sekitar 2.000 tahun yang lalu, penduduk dunia telah bertambah menjadi 250 juta. Sejak tahun pertama sesudah Masehi hingga dimulainya Revolusi Industri pada tahun 1750, jumlah penduduk dunia meningkat dua kali lipat menjadi 728 juta jiwa. Angka ini masih kurang dari jumlah manusia yang sekarang memadati India. Selama 200 tahun berikutnya ( antara tahun 1750-1950), penduduk dunia bertambah sebanyak 1,7 miliar jiwa. Namun, hanya dalam kurun waktu empat dasawarsa terakhir ini yaitu antara tahun 1950 hingga tahun 1990, jumlah penduduk dunia meningkat lebih dari dua kali lipat sehingga mencapai 5,3 miliar manusia. Jika laju kecepatan pertumbuhan ini tidak berubah, maka jumlah penduduk dunia pada abad kedua puluh satu akan mencapai 6,1 miliar jiwa.
Entah bagaimana jadinya planet bumi kita ini pada tahun 2000 mendatang. Berdasarkan perhitungan pada ahli, penduduk dunia pada saat itu akan mencapai 8 milyar. Para ahli dan orang awam sama-sama tercengang melihat fakta perkembangan yang demikian cepat itu. Sehingga mereka sering mereka-reka atau membuat semacam spekulasi, salah satu spekulasi menyebutkan bahwa pada masa 900 tahun mendatang hanya akan terdapat area tempat tinggal 1/32 inci persegi untuk setiap orang didunia (Nuveen, 1966).
Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dewasa ini disebabkan oleh transisi cepat yang melanda kecenderungan kependudukan dunia. Yaitu dari yang semula dicirikan oleh angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi, ke kecenderungan baru yang ditandai oleh tingkat kematian yang rendah dan tingkat kelahiran yang tidak cukup rendah. Angka kelahiran di hamper semua Negara naju memang sudah terbialng rendah, akan tetapi angka kelahiran di kabanyakan Negara-negara berkembang masih terhitung tinggi, apalagi bagi sejumlah Negara yang belum lama melaksanakan upaya-upaya pengendalian kelahiran atau program keluarga berencana. 
        I.            Transisi Demografi Kependudukan
·        Definisi Demografi                
Kata transisi mempunyai arti perubahan atau perpindahaan, sedang demografi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti penduduk dan “grafien” yang berarti tulisan, atau dapat diartikan sebagai tulisan tentang kependudukan.
Banyak definisi tentang demografi, diantaranya :
- Demografi adalah suatu studi tentang jumlah, persebaran dan komposisi penduduk, serta perubahan ketiga faktor tersebut. Komponen-komponen perubahan semacam itu dapat dikenal sebagai natalitas, mortatilitas, migrasi dan mobilitas sosial. (Hauser dan Duncan, 1959:2)
- Demografi adalah study ilmiah tentang penduduk, terutama tentang jumlah, struktur dan perkembangannya (United nation,1958:3)
- Demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan
- Demografi adalah suatu studi tentang studi statistik dan matematika tentang jumlah, komposisi dan persebaran penduduk, serta perubahan faktor-faktor ini setelah melewati kurun waktu yang disebabkan oleh lima proses, yaitu : fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. Meskipun analisis arah perkembangan masing-masing proses dan hasil akhir dari kelima proses ini masih bersifat descriptif dan komparatif, tetapi tujuan jangka panjangnya adalah mengembangkan suatu kerangka teori yang akan menerangkan apa yang digambarkan dan diperbandingkan. (Bouge, 1969: 1-2)
- Demografi melibatkan pengkajian yang mendalam tentang ukuran, penyebaran penduduk beserta komposisi penduduk, dan bagaimana ketiga komponen ini berubah mengikuti waktu.
- Demografi adalah Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik ttg besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui lima komponen yaitu kelahiran, kematian, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
- Penduduk adalah hasil tingkat kelahiran, tingkat migrasi dan tingkat kematian. Demografi lazim digunakan untuk menyebut study tentang sifat dan interaksi ketiga tingkat tersebut, serta pengaruh perubahan ketiganya terhadap komposisi dan pertumbuhan penduduk. (Howthorn,1970:3)
·        Teori Transisi demografi
1.      Teori Malthus.
            Thomas Malthus merupakan orang pertama yang menulis secara sistematis tentang bahaya dari pertumbuhan. Ia merupakan ahli politik ekonomi Inggris. Pendapat Malthus dikenal dengan “naturalaw” atau hukum alamiah yang mempengaruhi atauu menentukan pertumbuhann penduduk. Menurunya, penduduk akan terus bertambah lebihh cepat dibanding dengan pertambahan bahan makan. Kecuali terhambat oleh penyakit atau malapetaka
2.      Warren Thompson
            Teori ini muncul sebagai dampak dari fenomena pertumbuhan yang terus berlangsung hingga abad ke-20 hingga perang dunia pertama, yang merupakan akibat dari revolusi industri, beberapa diantara negara-negara itu seperti Perancis, Inggris dan Skandinavia menunjukkan bahwa pertumbuhannya telah terhenti atau adanya gejala akan berhenti.
            Teori hasil dari observasi Thompson dan kawan-kawan pada 1929 ini diberi nama “hipotesis transisi demografi”, dan sekarang teori yang telah diperbaiki ini dikenal dengan nama “theory of the demographic transition” atau teori transisi demografi. Teorii ini menggambarkan empat prooporsi yang saing berhubungan yang diinnyatakan menurut tahap-tahap sesuai dengan pertumbuhan dan berubahnya keadaan penduduk..
            Teori ini menggambarkan empat proporsi yang saling berhubungan yang dinyatakan menurut tahap-tahap sesuai dengan pertumbuhan dan berubahnya keadaan penduduk.
Tahap 1 : Jika Angka kematian tinggi sebanding dengan angka kelahiran, menghasilkan angka pertumbuhan nol (zero)
Tahap 2 : Jika Angka kematian menurun tidak disertai dengan penurunan angka kelahiran, maka akan menghasilkan angka pertumbuhan yang positif dan meningkat terus
Tahap 3 : Jika Angka kematian terus menerus dan disertai dengan menurunnya angka kelahiran, maka akan menghasilkan pertumbuhan yang positif akan tetapi menurun.
Tahap 4 : Jika Angka kematian dan angka kelahiran juga rendah, maka hasilnya adalah pertumbuhan yang semakin berkurang yang pada akhir akan mencapai nol (zero)
3.      Teori Transisi Demografi Blacker (1948)
Blacker membagi transisi demografi dalam 5 tahap :
1)      Stationer tinggi
Tingkat kelahiran yang tinggi, tingkat kematian yang tinggi dan pertambahan alami yang nol. Contohnya : Eropa pada abad ke 14
2)      Awal perkembangan
Tingkat kelahiran yang tinggi, tingkat kematian menurun dan pertambahan alami lambat. Contohnya : India sebelum tahun PD II
3)      Akhir perkembangan
Tingkat kelahiran menurun, tingkat kematian lebih cepat dari pada tingkat kelahiran dan pertambahan alami cepat. Contohnya :India setelah PD II
4)      Stationer rendah
Tingkat kelahiran yang rendah, tingkat kematian yang rendah, dan pertambahan alami nol/ sangat rendah. Contohnya : Amerika Serikat pada tahun 1930-an.
5)      Menurun
Tingkat kelahiran yang rendah, tingkat kematian yang lebih tinggi dari pada tingkat kelahiran, pertambahan alami negatif. Contohnya ; Perancis sebelum PD II.

4.      Transisi Demografi menurut Bogue (1965)
Tahap transisi sebagai berikut :
a.       Pratransisi (Pre- Transitional)
Ditunjukkan dengan tingkat fertilitas dan mortalitas yang tinggi.
b.      Tahap Transisi (Transitional)
Ditunjukkan dengan tingkat fertilitas tinggi dan tingkat mortalitas rendah.
c.       Tahap Pasca Transisi (Past Transitional)
Dinyatakan dengan tingkat fertilitas dan mortalitas sudah rendah.
Teori transisi demografi menggambarkan berubahnya tingkat pertumbuhan penduduk dari tingkat yang tinggi menuju tingkat yang rendah yang dapat dilihat melalui tiga tahapan.
ü      Pada tahap pertama, mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggii karena berada pada tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi, sehingga berlangsung lama. Tingginya tingkat kematian saat itu dikarenakan belum ditemukanya obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit. Ppada saat ini tingkat kelahiran yang tinggi juga disebabbkann oleh perseppsi masyarakat yang menganut paham banyak anak banyak rejeki, selain itu juga belum ditemukanya alat kontrasepsi.
ü      Pada tahap kedua, masuk pada tahap dimana tingkat kematian sudah mulai turun, hal ini disebabkan oleh ditemukanya “penicilin”. Namun tingkat kelahiran masih tetap tingi sebagai akibat dari penemuan penicilin yang secara tidak langsung membendung tingkat kematian yang tinggi/ menurunkann tingkat kematian
ü      Pada tahap ketiga, tingkat kelahiran sudah dapat dikendalikan, karena pada saat ini telah ada sistem pengobatan yang baik, serta telah ditemukanya slat kontrasepsi. Pada tahap ini di Indonesia sedang gencar-gencarnya program Keluarga Berencana. Selain itu pada tahap ini juga telah ada campur tangan dari pemerintah dan meningkatnya kesejahteraan keluarga dan pendidikan. Tingkat kematian dan tingkat kelahiran sudah mulai dapat seimbang.
Selengkapnya...

Friday, 24 February 2012

Home Schooling

Home schooling becomes an attractive choice to parents this time. Schools have become increasingly unstable over the past couple of decades. Children play truant, violence is prevalent, children are bullied and the quality of education has decreased. That's why parents choose home schooling. However, there are pros and cons of home schooling.
Children who are home schooled can avoid many problems. For examples, children can study without fearing other students or teachers. It means that they are under their parents' supervision. Home schooling allows children to study at their own ability and speed. If a child is weak at math, a home schooling teacher can more focus on that lesson or skill. Another advantages is that home schooling keeps children on learning. There are many students in school do not appreciate their teacher. By home schooling, students can value learning.
However, home schooling also have disadvantages. First, home schooled children are usually less socialized. Traditional schools are places where students learn to interact with others and build social skills. On the other hand, home schooled children just interact with their teacher. They do not know working together or solving problem in a group. Second, sometimes home schooling has different educational plan. Therefore parents must choose the qualified person as the teacher, so that the children get the proper curriculum.
There are many advantages and disadvantages of home schooling. Therefore parents must make sure the children ability and teachers' quality before they decide to make their children home schooled.
 (sumber:http://www.sekolahoke.com/2012/01/discussion-text-home-schooling.html)
Selengkapnya...

Sunday, 19 February 2012

Program Konversi Suhu Dengan Java

Berikut adalah program konversi suhu dengan java yang dulu pernah saya buat di waktu duduk di bangku perkuliahan semoga bisa membantu sedikit informasi yang di butuhkan oleh pembaca langsung saja di bawah ini:

import javax.swing.*;
public class konversi temperatur
{
    public static void main(String[]agrs)
    {
    double tempC,tempR,temF;
    String bilangan = JOptionPane.showInputDialog("Input Celcius:");
    System.out.println("Input angka:"+bilangan);
    tempC=Double.parseDouble(bilangan);

    tempR=tempC*4/5;
    tempF=tempC*9/5+32.0;
        System.out.println("Temperatur Celcius="+tempC);
        System.out.println("Temperatur Reamur="+tempR);
        System.out.println("Temperatur Farenheit="+tempF);
        system.exit(0);
        }
    }
Selengkapnya...

Wednesday, 25 January 2012

Script mIRC Buat Operator dan User IRC

Bagi yang sering chating di mIRC apalagi bagi anda yang menjadi Operator chanel di Irc pastilah anda perlu memodifikasi mIRC anda dengan script - script yang dapat membantu memudahkan anda sebagi operator chan yang melayani berbagai user chat irc.Kali ini saya mau berbagi sedikit script mIRC yang dulu pernah di pake waktu sering - seringnya maenan mIRC dan ada sedikit tambahan dari editan teman yang mungkin bisa anda gunakan untuk memodifikasi mIRC anda. Banyak diantaranya seperti antiban, anti banned, anti spam, antideop, antispam, anti slap atau balas slaps, seen, unban lock, autojoin, proteksi query, war, dan lain lain. 

Langsung saja berikut Script mIRC buat Operator dan User Irc:
Caranya copy paste script di bawah ini ke mIRC anda kedalam script editor:

Langsung saja berikut Script mIRC buat Operator dan User Irc:
caranya copy paste script di bawah ini ke mIRC anda

1. ANTIBANNED Script:

#antiban on
on *:BAN:#:{
  if (($banmask iswm $address($me,5)) && ($nick != $me)) {
    if ($me isop $chan) {
      kick $chan $nick 2[ 8,1- 14,1Don`t Ban 9 $me 8,1- 2 ] 4¿ artinYa Hati² dijalan ¿ | /notice $nick 4Don`t Ban 9 $me  4¿ artinYa Hati² dijalan ¿
      raw -q mode $chan -b+b $banmask $Nick
    }
    else {
      raw -q cs unban $chan $me
      chanserv kickban $chan $nick 2[ 8,1- 14,1Don`t Ban 9 $me 8,1- 2 ] 4¿ artinYa Hati² dijalan ¿
      notice $nick 4Don`t Ban 9 $me  4¿ artinYa Hati² dijalan ¿
    }
  }
}

2. ANTI CAPSLOCK

#caps on
alias allowedcaps { return 70 }
on @*:TEXT:*:#:{
  if ($len($1-) < 10) { return }
  var %caps.letters = $calc($len($1-) + 1 - $len($removecs(A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,M,N,O,P,Q,R,S,T,U,V,W,X,Y,Z)))
  var %caps = $calc($len($1-) - $len($removecs($1-,($1-),A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,M,N,O,P,Q,R,S,T,U,V,W,X,Y,Z)))
  var %caps.percent = $round($calc(%caps / %caps.letters * 100),0)
  if ((%caps.percent > $allowedcaps) && ($nick !isop #)) {
    /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Jangan Pake CAPSLOCK 9 $nick 8,1- 2 ]
  }
}
#caps end

#ascii off
alias allowedcaps { return 70 }
on @*:TEXT:*:#:{
  if ($len($1-) < 10) { return }
  var %caps.letters = $calc($len($1-) + 1 - $len($removecs(Ç,ä,ê,î,É,ö,ó,Œ,Ð,ø,ë,ì,æ,ò,ƒ,ú,ú,š,þ,Ø,é,è,Ä,Æ,û,á,ß,œ,£,ý,â,ç,ç,ï,Å,ù,Ñ,í,¥,Š,×,Ý,Ž)))
  var %caps = $calc($len($1-) - $len($removecs($1-,($1-),Ç,ä,ê,î,É,ö,ó,Œ,Ð,ø,ë,ì,æ,ò,ƒ,ú,ú,š,þ,Ø,é,è,Ä,Æ,û,á,ß,œ,£,ý,â,ç,ç,ï,Å,ù,Ñ,í,¥,Š,×,Ý,Ž)))
  var %caps.percent = $round($calc(%caps / %caps.letters * 75),0)
  if ((%caps.percent > $allowedcaps) && ($nick !isop #)) {
    /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Drop Ascii Font 9 $nick 8,1- 2 ]
  }
}
#ascii end


#antiinvite on
on 1:notice:* come to #*:#:ban # $nick $$1 3 | /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
on 1:notice:* join #*:#:ban # $nick $$1 3 | /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
on 1:notice:* /join #*:#:ban # $nick $$1 3 | /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
on 1:notice:come to #*:#:ban # $nick $$1 3 | /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
on 1:notice:join #*:#:ban # $nick $$1 3 | /kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
on ^*:open:?: {
  if (*#* iswm $1- ) {
    var %c $comchan($nick,0)
    while (%c) {
      msg $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
      if ($me isop $comchan($nick,%c)) { ban $comchan($nick,%c) $nick 5 | kick $comchan($nick,%c) $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !  }
      ignore -u120 $nick
      dec %c
    }
    haltdef
  }
}
on 1:invite:#:{
  if $level($maddress($address($nick,5))) == 10 { goto end }
  set %comchan 1
  :check
  if %comchan > $comchan($nick,0) { goto end }
  if $me isop $comchan($nick,%comchan) { goto invkick }
  ; if $me isop $comchan($nick,%comchan) && $nick !isop $comchan($nick,%comchan) { goto invkick }
  inc %comchan 1
  goto check
  :invkick
  /ban $comchan($nick,%comchan) $nick 5
  kick $comchan($nick,%comchan) $nick 2[ 8,1- 14,1Don't Invite 8,1- 2 ] !
  inc %comchan 1
  goto check
  :end
  unset %comchan
}
#antiinvite end

dialog kh {
  title "kick + kick"
  size -1 -1 117 72
  option dbu
  tab "info", 1, 4 3 108 51
  text "mengkick", 5, 12 23 31 8, tab 1
  edit %kick.count, 6, 44 21 16 10, tab 1 center
  text "kali", 7, 62 23 15 8, tab 1
  button "reset", 8, 9 37 20 10, tab 1
  text "counter", 9, 32 39 21 8, tab 1
  tab "option", 2
  check "tampilkan jumlah kick", 10, 12 23 93 10, tab 2
  button "msg", 11, 9 37 20 10, tab 2
  text "msg ke channel ?", 12, 31 38 79 8, tab 2
  button "ok", 4, 93 59 20 10, ok

}

On *:Dialog:kh:sclick:8:{ if ($did == 8) { set %kick.count 0 } | if ($did == 8) did -ra kh 6 %kick.count }
On *:Dialog:kh:sclick:10:{ if ($did(10).state == 1) { set %show.kc On } | else { set %show.kc Off } }
On *:Dialog:kh:sclick:11:{ if ($active = Status Window) { halt } | else msg $active 4 $me udah ngekick 4 %kick.count kali! }
On *:Dialog:kh:init:*:{ if (%show.kc == On) { did -c kh 10 } }

alias kick {
  if (!%kick.count == $null) {
    set %kick.count 0
  }
  inc %kick.count
  if (%show.kc == On) { raw -q kick  $1 $2 : $+ $3-  [No: $+ %kick.count $+ ] }
  else { raw -q kick $1 $2 : $+ $3- }
}

3. ANTI SLAPS atau BALAS SLAPS

#ACTION on
on 1:ACTION:$(* $+ $me $+ *):*: {if ($me isin $1-) { describe $target juga $replace($1-,$me,$nick)
}

4. ANTI DEOP

on @*:join:#sundux:{
  if (User* iswm $nick) {
    mode # +b User*!*@*
    kick # $nick 2[ 8,1- 14,1Gåñtî ñî©Kñ¥å ÐøñG 8,1- 2 ] | /notice $nick 2Cara Ganti nick ketik--> /nick nickkamu contoh --> /nick BuDi
  }
}
on 1:NICK:{
  if (User* iswm $newnick) { 
    if ($newnick ison #sundux) { mode #sundux +b $newnick | kick #sundux $newnick 2[ 8,1- 14,1Gåñtî ñî©Kñ¥å ÐøñG 8,1- 2 ] | /notice $newnick 2Cara Ganti nick ketik--> /nick nickkamu contoh --> /nick BuDi }   
    if ($newnick ison #sundux) { mode #sundux +b $newnick | kick #sundux $newnick 2[ 8,1- 14,1Gåñtî ñî©Kñ¥å ÐøñG 8,1- 2 ] | /notice $newnick 2Cara Ganti nick ketik--> /nick nickkamu contoh --> /nick BuDi }
    if ($newnick ison #sundux) { mode #sundux +b $newnick | kick #sundux $newnick 2[ 8,1- 14,1Gåñtî ñî©Kñ¥å ÐøñG 8,1- 2 ] | /notice $newnick 2Cara Ganti nick ketik--> /nick nickkamu contoh --> /nick BuDi }
  }
}
#kick on
on *:kick:#:{ if $knick iswm $me && $nick isop $chan {
    cs kick # $nick 2[ 8,1- 14,1JåñGåñ Kî©K 9 $me 8,1- 2 ] !
  }
}

on *:DEOP:#:{
  if (($opnick == $me) && ($nick != $me)) {
ChanServ op $chan $me | /chanserv kick $chan $nick 2[ 8,1- 15,1JåñGåñ DeOp 9 $me 8,1- 2 ] ! } }
}
#deop end

 
Untuk Script mIRC yang lainnya mudahnya dan lengkapnya and bisa download Script mIRC for Operator Kumpulan saya di bawah ini








Selengkapnya...

Tuesday, 24 January 2012

Pembuatan Modul Output LED dengan Mikroprosesor 6HC11

Merancang dan membuat modul Output dengan LED sebagai peraga. Mengkoneksikan dan mengimplementasikan modul Output LED dengan mikrokontroller board MC68HC11 EZ-MICRO. Piranti keluaran dengan LED sebagai peraga terdiri dari 8 bit LED yang akan digunakan untuk menampilkan informasi/data dalam bentuk biner 8 bit yang diwakili oleh nyala LED.
Pada board mikrokontroller 68HC11 terdapat 4 pin output yang dapat digunakan untuk menguji modul percobaan LED Interfacing, 4 pin tersebut adalah DOUT 0 – DOUT 3 sedangkan 4 pin yang lain telah telah terpasang Led D1 – D4. Sementara itu modul switch input pada modul percobaan 1 digunakan sebagai inputan untuk mengontrol nyala led (piranti eksternal) pada modul LED Interfacing. Pengontrolan nyala LED ini diperlukan pemrograman dengan bahasa assembly yaitu pemrograman I/O. Address switch input untuk menyimpan data perubahan posisi switch berada pada alamat memori 4000 hexa, dan address untuk menulis data pada LED (Output LED) berada pada alamat memori 4400

Program Untuk Menyalakan LED melalui switch input pada PEMBUATAN MODUL OUTPUT LED DENGAN MIKROPROSESOR 68HC11 adalah sebagai berkut :

ORG $2000
MAIN LDAA #$FF *padamkan semua LED
STAA $4400
LOOP LDAA $4000 *baca switch dari add. 4000
JSR DLY * (Din 0 – Din 3)

STAA $4400 *tulis data pada led
JSR DLY * (Dout 0 – Dout 3)
JMP LOOP
DLY EQU * delay
PSHX
LDX #$FFFF
DLY1 DEX
BNE DLY1
PULX
RTS

Selamat Mencoba..!!
Selengkapnya...

30 Cara Agar Membuat Wanita Tersenyum dan Makin Jatuh Cinta

Setiap orang punya cara sendiri dalam menyampaikan ungkapan hati atau perasaan dan karakter yang berbeda terhadap pasangan masing - masing. Berikut sedikit tips cara membuat wanita tersenyum dan jatuh cinta yang mungkin bisa anda coba barangkali ada yang berhasil hehehe...
30 cara membuat wanita tersenyum dan makin jatuh cinta:
   1. Katakan padanya dia cantik.
   2. Pegang tangannya pada setiap saat ... bahkan jika perlu kedua tangannya.
   3. Memeluknya dari belakang.
   4. Tinggalkan pesan suara untuk bangun.
   5. Berusaha ngobrol tentang komedi yang bisa membuatnya tersenyum terlebih tentang apa yang dia suka.
   6. Jangan bergaul dengan mantan anda saat dia tidak dengan anda,karena itu akan menyakitinya seandainya dia tau.
   7. Jika anda berbicara dengan gadis lain, ketika anda selesai berbicara, berjalan dan memeluknya dan kalo perlu menciumnya .... Biarkan dia tahu bahwa dia milikmu dan mereka tidak.
   8. Menulis catatan atau sms atau meneleponnya hanya untuk mengatakan dan mengetahui bagaimana keadaan dan kondisinya sekarang.
   9. Memperkenalkan kepada teman anda ... sebagai pacar anda.
  10. Bermain dengan rambutnya.
  11. Menjemputnya (dia menyukainya).
  12. Marah jika pria lain menyentuh dan dia tidak menyukainya.
  13. Membuatnya tertawa dengan hiburan kesukaannya.
  14. Biarkan dia tertidur di lengan anda.
  15. Jika dia marah padamu,ciumlah dia dan tenangkanlah amarahnya.
  16. Jika anda peduli tentang dia, maka katakanlah.
  17. Setiap pria harus memberikan gadis mereka 3 hal: boneka binatang (dia akan memelukku setiap kali dia pergi untuk tidur), perhiasan (yang akan jadi harta selamanya), dan salah satu nya t-shirt (dia akan memakainya paling mungkin untuk tidur) atau kaus disemprot dengan parfum kesukaannya!! dan bunga atau sesuatu yang disukai.
  18. Perlakukan dia sama sekitar teman-teman anda seperti yang anda lakukan ketika anda sendirian.
  19. Lihatlah! tatap dia tepat dimatanya dan tersenyum.
  20. Temuilah dia dan ajak ngobrol di setiap minggu atau di setiap akhir pekan.
  21. Ciumlah di keningnya.
  22. Jika Anda mendengarkan musik, biarkan dia mendengarkan juga terlebih terhadap lagu kesukaannya.
  23. Ingat hari ulang tahunnya dan cobalah memberikan hadian buatnya walaupun itu sederhana dan murah, tapi intinya hadiah itu datang dari anda dan itu akan sangat berarti untuk dia.
  24. Ketika dia memberikan hadiah pada hari ulang tahun anda, natal, atau hanya setiap kali, bawa dan katakan padanya bahwa anda mencintainya, bahkan sekalipun anda kurang menyukai apa yang dia berikan hal itu akan membuatnya bahagia.
  25. Selalu menelepon dan tunjukkan bahwa anda memang perduli terhadapnya setiap saat.
  26. Berikan apa yang dia inginkan selama itu masih bisa untuk di berikan.
  27. Kenali hal-hal kecil yang biasanya membuatnya merasa paling berarti.
  28. Jangan memeluk teman-temannya atau teman anda yang gadis-gadis karena dia akan merasa ditinggalkan.
  29. Jika anda peduli dengan nya. Tunjukkan!
  30. Kabari dia dengan hal - hal kejutan yang menyenangkan.
Selengkapnya...

Thursday, 12 January 2012

Jalur Dan Proses Aktivasi Complement

Sistem komplemen merupakan system yang terdiri dari sekumpulan protein yang berbeda antara satu dengan lainnya yang terdapat dalam sirkulasi darah yang mempunyai peranan penting dalam pertahanan terhadap mikroba. Banyak protein komplemen merupakan enzim proteolitik. Pada keadaan normal komplemen yang beredar di sirkulasi darah dalam keadaan tidak aktif, dan setiap saat dapat diaktifkan melalui dua jalur yang tidak tergantung satu dengan yang lain, disebut jalur klasik dan jalur alternatif. 

Aktivasi sistem komplemen dapat menyebabkan interaksi berantai yang menghasilkan berbagai substansi biologi aktif yang diakhiri dengan lisisnya membran sel antigen. Sebagian besar komplemen disintesis di dalam hepar oleh sel hepatosit, dan juga oleh sel fagosit mononuklear yang berada dalam sirkulasi darah. Komplemen C l juga dapat di sintesis oleh sel epitel lain diluar hepar. Komplemen yang dihasilkan oleh sel fagosit mononuklear terutama akan disintesis ditempat dan waktu terjadinya aktivasi. Pada protein komplemen diberi nama dengan huruf C: Clq, Clr, CIs, C2, C3, C4, C5, C6, C7, C8 dan C9. Pemberian nama ini berdasarkan pada urutan penemuan unit tersebut, bukan berdasarkan cara kerjanya.

Pada komponen C3 memiliki fungsi yang amat penting pada aktivasi komplemen, baik  yang melalui jalur klasik maupun jalur alternatif. Untuk konsentrasi C3 jauh lebih besar dibandingkan dengan fraksi lainnya, oleh sebab itu C3 mempunyai  kedudukan yang penting dalam pengukuran kadar komplemen di dalam serum. Penurunan kadar C3 di dalam serum dapat dianggap menggambarkan keadaan konsentrasi komplemen yang menurun. Penurunan kadar C3 digunakan sebagai gambaran bahwa terdapat aktivasi pada sistem komplemen.

Aktivasi komplemen terdiri dari 3 jalur yaitu jalur alternatif, jalur klasik, dan jalur lektin. Namun ada juga sumber yang menyebutkan aktivasi komplement hanya terdiri dari dua jalur yaitu jalur klasik dan jalur alternatif.
Jalur klasik dipicu setelah antibodi berikatan dengan mikroba atau antigen lain. Jalur ini merupakan komponen humoral pada imunitas spesifik. Jalur klasik juga dapat dicetuskan dengan berikatannya C1 dan kompleks antigen-antibodi. Jalur klasik melalui 3 tahap yaitu
1.Regulasi jalur klasik Regulasi jalur klasik terutama terjadi melalui 2 fase, yaitu melalui aktivitas C1 inhibitor dan penghambatan C3 konvertase.

2.Aktivitas C1 inhibitor  Aktivitas proteolitik C1 dihambat oleh C1 inhibitor (C1 INH). Sebagian besar C1 dalam peredaran darah terikat pada C1 INH. Ikatan antara C1 dengan kompleks antigen-antibodi akan melepaskan C1 dari hambatan C1 INH.

3.Penghambatan C3 konvertase Pembentukan C3 konvertase dihambat oleh beberapa regulator.
C4 binding protein (C4bp) dan reseptor komplemen tipe 1 (CR1) dapat berikatan dengan C4b sehingga mencegah terbentuknya C4b2b (C3 konvertase). Disamping itu kedua reseptor ini bersama dengan membrane cofaktor protein (MCP) juga dapat meningkatkan potensi faktor I dalam merusak C4b.
Decay accelerating faktor (DAF) dapat berikatan dengan C4b sehingga mencegah terbentuknya C4b2b.

Sedangkan aktivasi jalur alternatif dipicu ketika protein komplemen diaktivasi di permukaan mikroba dan tidak dapat dikontrol karena mikroba tidak mempunyai protein pengatur komplemen (protein ini terdapat pada sel tuan rumah). Selain itu jalur ini dimulai dengan adanya ikatan antara C3b dengan berbagai zat aktivator seperti dinding sel bakteri. Kedua jalur bertemu dan memacu terbentuknya jalur serangan membran yang akan mengkibatkan lisisinya dinding sel antigen. Pada jalur alternatif terjadi tanpa melalui tiga reaksi pertama yang terdapat pada jalur klasik (C1 ,C4 dan C2) dan juga tidak memerlukan antibodi IgG dan IgM.
Dalam  keadaan normal ikatan tioester pada C3 diaktifkan secara terus menerus dalam jumlah yang sedikit baik melalui reaksi dengan H2O2 ataupun dengan sisa enzim proteolitik yang terdapat sedikit di dalam plasma. Komplemen C3 dipecah menjadi frclgmen C3a dan C3b. Fragmen C3b bersama dengan ion Mg++ dan faktor B membentuk C3bB. Fragmen C3bB diaktifkan oleh faktor D menjadi C3bBb yang aktif (C3 konvertase). Pada keadaan normal reaksi ini berjalan terus dalam jumlah kecil sehingga tidak terjadi aktivasi komplemen selanjutnya. Lagi pula C3b dapat diinaktivasi oleh faktor H dan faktor I menjadi iC3b, dan selanjutnya dengan pengaruh tripsin zat yang sudah tidak aktif ini dapat dilarutkan  dalam plasma.
Namun jika suatu saat ada bahan atau zat yang dapat mengikat dan melindungi C3b dan menstabilkan C3bBb sehingga jumlahnya menjadi banyak, maka C3b yang terbentuk dari pemecahan C3 menjadi banyak pula, dan terjadilah aktivasi komplemen selanjutnya. Bahan atau zat tersebut dapat berupa mikroorganisme, polisakarida (endotoksin, zimosan), dan bisa ular. Aktivasi komplemen melalui cara ini dinamakan aktivasi jalur alternatif. Antibodi yang tidak dapat mengaktivasi jalur klasik misalnya IgG4, IgA2 dan IgE juga dapat mengaktifkan komplemen melalui jalur alternatif.

Akhir dari aktivasi jalur alternatif adalah adanya aktivasi yang terjadi setelah lingkaran aktivasi C3. C3b yang dihasilkan dalam jumlah besar akan berikatan pada permukaan membran sel. Komplemen C5 akan berikatan dengan C3b yang berada pada permukaan membran sel dan selanjutnya oleh fragmen C3bBb yang aktif akan dipecah menjadi C5a dan C5b. Reaksi selanjutnya seperti yang terjadi pada jalur altematif (kompleks serangan membran).

Untuk jalur lektin teraktivasi ketika suatu protein plasma yaitu lektin pengikat manosa (mannose-binding lectin) berikatan dengan manosa di permukaan mikroba. Lektin tersebut akan mengaktivasi protein pada jalur klasik, tetapi karena aktivasinya tidak membutuhkan antibodi maka jalur lektin dianggap sebagai bagian dari imunitas non spesifik. Bagian terpenting dari komplemen adalah C3 yang akan dipecah oleh enzim proteolitik pada awal reaksi complement cascade menjadi C3a dan C3b. Fragmen C3b akan berikatan dengan mikroba dan mengaktivasi reaksi selanjutnya.   

Ketiga jalur aktivasi komplemen di atas berbeda pada cara dimulainya, tetapi tahap selanjutnya dan hasil akhirnya adalah sama.

Sistem komplemen mempunyai 3 fungsi sebagai mekanisme pertahanan yaitu :
Pertama, C3b menyelubungi mikroba sehingga mempermudah mikroba berikatan dengan fagosit (melalui reseptor C3b pada fagosit).
Kedua, hasil pemecahan komplemen bersifat kemoatraktan untuk neutrofil dan monosit, serta menyebabkan inflamasi di tempat aktivasi komplemen.
Ketiga, tahap akhir dari aktivasi komplemen berupa pembentukan membrane attack complex (MAC) yaitu kompleks protein polimerik yang dapat menembus membran sel mikroba, lalu membentuk lubang-lubang sehingga air dan ion akan masuk dan mengakibatkan kematian mikroba.

Berbeda dengan jalur klasik dan jalur MB-lektin, jalur alternatif tidak tergantung pada protein yang berikatan dengan patogen (patogen-binding protein) untuk menginisiasi pengaktifan 82 reaksi komplemen.

Ada tiga jalur aktivasi komplemen. Pertama adalah jalur klasik, yang dipicu oleh antibodi atau oleh ikatan langsung komplemen componen C1q pada permukaan patogen. Kedua jalur MB-lektin yang dipicu oleh lektin yang mengikat mannan. Ketiga jalur alternatif, yang dipicu secara langsung pada permukaan patogen. Semua jalur di atas menghasilkan aktivitas enzim, yang pada gilirannya memunculkan molekul efektor komplemen. Konsekuensi dari ketiga aktivitas jalur komplemen itu adalah terjadinya opsonisasi patogen, perekrutan sel inflamator, dan pembunuhan patogen secara langsung. Komplemen Memberi Tanda Patogen Agar Dihancurkan Sel Fagosit
Selengkapnya...